Kegiatan Kokurikuler MIN 5 Palangka Raya, Masjidi Sampaikan Adab Makan dan Minum
Palangka Raya - Madarsah Ibtidaiyah Negeri 5 Kota Palangka Raya melaksanaan kegiatan kokurikuler salat Duha berjamaah, Sabtu, 24 Januari 2026 di halaman Madrasah Ibtidaiyah.
Selesai salat Duha dilanjutkan pembacaan QS Al-Waqi'ah oleh murid dan ditutup dengan tausiyah oleh salah satu Guru MIN 5 Kota Palangka Raya, Muhamad Masjidi.
Dalam tausiyahnya, Masjidi menjelaskan tentang adab makan dan minum yang baik dan benar. Disampaikan juga bahwa adab makan dan minum yang baik dan benar adalah salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan.
"Ketika makan, maka badan akan menjadi kuat dan sehat, sehingga kita bisa menjalankan ibadah dan aktivitas lainnya dengan baik", ujarnya.
Lebih lanjut Masjidi menjelaskan adab makan dan minum yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah, yaitu niat makan karena Allah swt, mencuci tangan, membaca basmalah, dan mengucap hamdalah selesai makan minum.
Biasakan makan menggunakan tangan kanan, tidak mencela makanan dengan mengatakan makanan tidak enak, makan dengan tenang dan tidak terburu-buru, serta tidak makan dengan berlebihan, terang Masjidi.
Sebagaimana dalam Qs. Al-A'raf ayat 31, "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan".
Kegiatan tausiyah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi murid dalam menanamkan pemahaman nilai-nilai aqidah dan akhlak melalui kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan setiap Rabu dan Sabtu.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bukan Hanya Mengajar, Guru MIN 5 Palangka Raya Belajar Seni Berkomunikasi Empatik dengan Anak
Palangka Raya – Menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, guru adalah orang tua kedua di madrasah yang harus mampu memahami perasaan, mendengarkan
Bukan Sekadar Juara, OMI 2026 Jadi Ajang Tanamkan Karakter dan Sportivitas
Palangka Raya – Aula MTsN 1 Kota Palangka Raya dipenuhi semangat dan harapan, Senin (5/10/2026). Ratusan peserta, pembimbing, dan kepala madrasah dari berbagai penjuru Kalimantan
Kania, Wakil Kota Palangka Raya, Bertarung di OMI Provinsi Bidang IPAS
Palangka Raya – Nama Rayhana Dwi Kania Putri kembali menjadi sorotan. Murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Palangka Raya itu melangkah ke panggung yang lebih tinggi: Olim
Demi Pembelajaran Berkualitas, Guru MIN 5 Kota Palangka Raya Asah Kompetensi di AKGTK 2026
Palangka Raya – Senin siang (5/10/2026), ruang komputer MTsN 1 Kota Palangka Raya dipenuhi para pendidik. Di antara mereka, guru-guru kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota
Di Tengah Kabut Asap, MIN 5 Kota Palangka Raya Ikut Memohon Hujan dalam Salat Istisqa
Palangka Raya – Langit Kalimantan Tengah masih diselimuti kabut asap. Kemarau panjang membuat tanah merekah, dan hujan tak kunjung turun. Di tengah situasi itu, Jumat (2/10/2026),
Kania, Sang Juara IPAS, Asah Kemampuan Lewat Simulasi CBT OMI Provinsi
Palangka Raya – Langit pagi di MTsN 1 Kota Palangka Raya tampak cerah, Kamis (1/10/2026). Di dalam ruangan, Rayhana Dwi Kania Putri, siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota
Medali Perak di Tangan Kania, MIN 5 Kota Palangka Raya Siap Tantang Provinsi
Palangka Raya – Kabar membanggakan kembali datang dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Palangka Raya. Rayhana Dwi Kania Putri, siswa madrasah tersebut, berhasil menyabet J
Menuju Akreditasi Unggul: MIN 5 Kota Palangka Raya Matangkan Kinerja, Bukan Sekadar Dokumen
Palangka Raya – Akreditasi bukan sekadar soal tumpukan berkas. Itulah pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan Evaluasi Data Kinerja Akreditasi (DKA) dan Persiapan Akreditasi Das
Guru MIN 5 Kota Palangka Raya Tak Hanya Mengajar, tapi Juga Menimba Ilmu: Bedah Ta’lim Muta’allim dan Khataman Al-Qur’an
Palangka Raya — Ruang Guru MIN 5 Kota Palangka Raya pada Selasa (29/9/2026) bukan sekadar jadi tempat rapat atau menyusun administrasi. Hari itu, ruangan tersebut berubah menjadi
Lindungi Generasi, Cegah Kanker Serviks: Guru UKS MIN 5 Palangka Raya Ikut Lokakarya HPV
Palangka Raya – Kanker serviks tidak menunggu usia dewasa. Karena itu, pencegahan perlu dimulai sejak dini. Pesan itulah yang menjadi benang merah Lokakarya Mini Lintas Sektoral b

