Bukan Hanya Mengajar, Guru MIN 5 Palangka Raya Belajar Seni Berkomunikasi Empatik dengan Anak
Palangka Raya – Menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, guru adalah orang tua kedua di madrasah yang harus mampu memahami perasaan, mendengarkan dengan hati, dan membangun kedekatan dengan peserta didik. Kesadaran itulah yang mendorong dua guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Palangka Raya, Mulya Agustina dan Syamsiah, untuk mengikuti webinar pengasuhan anak bertajuk “Membangun Kedekatan dengan Anak melalui Komunikasi yang Efektif dan Penuh Empati”, Rabu (7/10/2026).
Webinar yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangka Raya (DISDALDUKKBP3APM).
Pesertanya pun beragam: guru, anggota Posyandu, penyuluh agama, hingga orang tua murid di lingkungan Palangka Raya. Semua memiliki satu misi yang sama: menjadi pendamping yang lebih baik bagi anak-anak.
Dalam sesi tersebut, para peserta diajak menyelami cara berkomunikasi yang tidak hanya menyentuh telinga, tetapi juga hati. Mendengarkan kebutuhan, pendapat, dan perasaan anak dengan penuh perhatian menjadi kunci utama.
Pendekatan empatik dinilai mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan saling menghargai—baik di rumah maupun di madrasah. “Selama ini kita mungkin lebih banyak berbicara daripada mendengar. Padahal, anak butuh didengar,” ujar Mulya Agustina usai mengikuti webinar.
Bagi MIN 5 Kota Palangka Raya, keikutsertaan dalam kegiatan ini adalah investasi jangka panjang. Guru yang memiliki keterampilan komunikasi empatik akan lebih mudah membangun kedekatan dengan peserta didik, memahami kebutuhan mereka, dan menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak.
Hubungan yang hangat antara guru dan murid pun berdampak pada tumbuhnya rasa percaya diri dan motivasi belajar anak.
“Ilmu yang kami dapat ini tidak hanya untuk diterapkan di madrasah, tetapi juga di rumah bersama keluarga,” tambah Syamsiah. Ia berharap, komunikasi yang efektif dan penuh empati dapat menjadi budaya baru—bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung, penuh kasih sayang, dan bebas dari tekanan.
Webinar ini menjadi pengingat bahwa mendidik bukanlah tentang membuat anak pintar, tetapi juga tentang menemani mereka tumbuh dengan hati yang bahagia. Guru yang empatik adalah guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menyentuh jiwa. (Tim Humas)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bukan Sekadar Juara, OMI 2026 Jadi Ajang Tanamkan Karakter dan Sportivitas
Palangka Raya – Aula MTsN 1 Kota Palangka Raya dipenuhi semangat dan harapan, Senin (5/10/2026). Ratusan peserta, pembimbing, dan kepala madrasah dari berbagai penjuru Kalimantan
Kania, Wakil Kota Palangka Raya, Bertarung di OMI Provinsi Bidang IPAS
Palangka Raya – Nama Rayhana Dwi Kania Putri kembali menjadi sorotan. Murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Palangka Raya itu melangkah ke panggung yang lebih tinggi: Olim
Demi Pembelajaran Berkualitas, Guru MIN 5 Kota Palangka Raya Asah Kompetensi di AKGTK 2026
Palangka Raya – Senin siang (5/10/2026), ruang komputer MTsN 1 Kota Palangka Raya dipenuhi para pendidik. Di antara mereka, guru-guru kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota
Di Tengah Kabut Asap, MIN 5 Kota Palangka Raya Ikut Memohon Hujan dalam Salat Istisqa
Palangka Raya – Langit Kalimantan Tengah masih diselimuti kabut asap. Kemarau panjang membuat tanah merekah, dan hujan tak kunjung turun. Di tengah situasi itu, Jumat (2/10/2026),
Kania, Sang Juara IPAS, Asah Kemampuan Lewat Simulasi CBT OMI Provinsi
Palangka Raya – Langit pagi di MTsN 1 Kota Palangka Raya tampak cerah, Kamis (1/10/2026). Di dalam ruangan, Rayhana Dwi Kania Putri, siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota
Medali Perak di Tangan Kania, MIN 5 Kota Palangka Raya Siap Tantang Provinsi
Palangka Raya – Kabar membanggakan kembali datang dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Palangka Raya. Rayhana Dwi Kania Putri, siswa madrasah tersebut, berhasil menyabet J
Menuju Akreditasi Unggul: MIN 5 Kota Palangka Raya Matangkan Kinerja, Bukan Sekadar Dokumen
Palangka Raya – Akreditasi bukan sekadar soal tumpukan berkas. Itulah pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan Evaluasi Data Kinerja Akreditasi (DKA) dan Persiapan Akreditasi Das
Guru MIN 5 Kota Palangka Raya Tak Hanya Mengajar, tapi Juga Menimba Ilmu: Bedah Ta’lim Muta’allim dan Khataman Al-Qur’an
Palangka Raya — Ruang Guru MIN 5 Kota Palangka Raya pada Selasa (29/9/2026) bukan sekadar jadi tempat rapat atau menyusun administrasi. Hari itu, ruangan tersebut berubah menjadi
Lindungi Generasi, Cegah Kanker Serviks: Guru UKS MIN 5 Palangka Raya Ikut Lokakarya HPV
Palangka Raya – Kanker serviks tidak menunggu usia dewasa. Karena itu, pencegahan perlu dimulai sejak dini. Pesan itulah yang menjadi benang merah Lokakarya Mini Lintas Sektoral b
Reakreditasi Bukan Sekadar Berkas: MIN 5 Kota Palangka Raya Rapikan Kurikulum dan Bukti Nyata
Palangka Raya – Reakreditasi madrasah bukan hanya soal melengkapi tumpukan dokumen. Kesadaran itu yang mendasari langkah MIN 5 Kota Palangka Raya memperkuat dokumen Kuri

